Dua Relawan Kalteng Wafat Dalam Perjuangan Tangani Karhutla. Adakah Perhatian Untuk Para Pejuang Sukarela

Pangkalan Bun/ Jakarta, eksposia.com – Di tengah ‘gegap gempita’ berita upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh berbagai pihak, ironisnya justru pihak relawan kurang mendapat porsi sorotan. Kebanyakan mengekspos aksi Damkar, BPBD, kepolisian, TNI , pemerintah desa/kecamatan, atau kegiatan seremonial penanganan bencana oleh kepala daerah.

Dikutip dari laman Kompas, dua petugas relawan di Kalimantan Tengah, sampai wafat usai berjihad memadamkan api di lokasi. Mereka adalaht Ahmadin alias Itam Madin (56) dan Akhmad Rijani (54). Keduanya merupakan amggota relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Memang tidak serta merta dan ada rentang waktu dari terjadinya kebakaran. Ahmadin alias Itam Madin, meninggal dunia beberapa hari setelah menangani kebakaran, seperti yang dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kab Kobar, Samuel bahwa, Itam Madin tidak meninggal dunia secara langsung di lokasi kebakaran.

Respon cepat justru datang dari pusat. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Kebencanaan, Berton Panjaitan, baru-baru ini (Jumat, 4/9/2026) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Seperti yang dilansir dari laman detiknews, Berton menyatakan dukacita mendalam pihak BNPB atas meninggalnya dua relawan syuhada asal Kalteng itu.

“Ijinkan kami sampaikan rasa dukacita yang mendalam atas meninggalnya dua tekan relawan kita dari Damkar Huma Betang Itah, Kab Kobar, Kalteng, ” ucap Berton, yang meski hanya baru sebatas lisan setidaknya menunjukkan respon cepat atas kejadian ini.

Pemkab Kobar sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Kobar bersama instansi terkait lainnya telah menyalurkan bantuan bahan pokok (sembako) serta uang tali asih langsung kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan.

Di samping itu,. masih dinukilkan dari detiknews, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab Kobar mengapresiasi dan memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum, sebagai “Pahlawan Kemanusiaan”

Insiden gugurnya dua relawan pahlawan kemanusiaan ini sebenarnya harus menampar daerah (kabupaten/kota) lain di Kalteng, agar sikap tanggal cepat di lapangan difikirkan pihak Pemkab/Pemkot karena berisiko tinggi. Apalagi relawan hanyalah kelompok pekerja sukarela tanpa tarif, yang tidak mendapat tunjangan apapun. Sehingga untuk operasional pun kadang mereka mengalami keterbatasan.

“Kelompok kami bukan pasif, tapi karena keterbatasan dalam pendanaan operasional. Tidak ada tunjangan, bantuan khusus. Jadi, kalau ada teman-teman relawan lain yang aktif, memang karena kas mereka kuat, ” ucap Pur, salah seorang anggota relawan di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, tadi (Minggu, 6/9/2026).

Hal ini tentu menjadi sesuatu yang harus difikirkan bersama, jika seperti yang diminta bahwa penanganan Karhutla harus ditangani secara bersama-sama. Mungkin perhatian terhadap mereka, akan jauh lebih memberikan manfaat daripada hanya sekadar gebrakan seremonial belaka . TYO

sumber : dari berbagai laman dan obrolan dengan relawan

foto : pixabay

Leave a Reply