eksposi.com – Syuting film dan gala premiere film The Furious (2025) berakhir sudah. Meninggalkan banyak catatan bagi para pemain, kru juga dunia perfilman, khususnya di genre action Asia. Kenji Tanigaki, sang sutradara, seperti ingin mengulang kegemilangannya paska pancalogi Rurouni Kenshin/Samurai X yang ia tangani koreografinya.
Rumus baru yang ia bangun adalah memadukan gaya beladiri berbeda para pemainnya. Xie Miao (atau yang kita kenal juga dengan tulisan Shieh Miao) yang berlatar kungfu klasik, Joe Taslim yang judoka, Yayan Ruhian yang Pencak Silat dan Brian Le yang kental dengan akrobatik. Para pemain beda negara, beda gaya, jelas jadi formulasi tersendiri yang menarik disajikan.
Yang menarik, Xie Miao benar-benar tampil membawa koreo baru yang segar dan berbeda dengan film-filmnya terdahulu. Bahkan ‘ayah’nya dalam dua film di waktu ia kecil, aktor kawakan Jet Li, memuji gebrakannya pada film ini.
Joe Taslim sendiri, merasakan kelegaan di mana dirinya diberi ruang bereksploitasi seni beladiri yang ia geluti yaitu Judo. Ini adalah film pertamanya di mana dia bisa mengeluarkan skill Judo-nya.
Tak ada cerita berbelit yang membuat kening berkerut. Film mengalir ringan, seolah memang Kenji ingin memberikan menu yang benar-benar bisa ditelan semua orang. Seperti film-film old school, khususnya Hongkong di tahun 2000 ke bawah.
Di tengah derasnya film laga yang kini mengandalkan efek komputer berlebih, The Furious hadir sebagai napas segar yang memegang teguh jiwa bela diri sejati. Di bawah arahan Keiji Tanigaki, setiap adegan pertarungan bukan sekadar tontonan, melainkan juga visualisasi artistik yang menawan. IWAN PRAST LIE
Leave a Reply