Pelatihan P2P Diharapkan Akan Mampu Mengatasi Keterbatasan Bawaslu Bartim Dalam Menjangkau Zona dan Luasnya Areal

eksposia. com, Tamiang Layang – Sebanyak 20 orang peserta pelatihan Pengawas Pemilu Partisipatif (P2P) angkatan 2026 Kabupaten Barito Timur,Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan yang digelar hari ini (Rabu, 2/9/2026) di Aula Kantor Sekretariat Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Bawaslu Bartim.

Pada momen ini, hadir pula anggota Bawaslu Kalteng, Kristaten Jon, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi.

Kepada eksposia. com, Jon yang didampingi Ketua Bawaslu Bartim Feryantho Morten P beserta anggota Bawaslu Bartim Ahmad Saufi dan Fajarul Hayat, mengatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan agar petugas P2P nantinya dapat memberikan pemahaman secara lebih gamblang pada masyarakat, karena mereka adalah perpanjangan tangan atau mitra dari Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Kehadiran P2P sangat diperlukan. Karena kami menyadari luasnya areal yang harus diawasi, keterbatasan jumlah personel Bawaslu maupun Panwas dan banyaknya subyek yang menjadi pengawasan dan lain-lain. Sebenarnya kami menargetkan 40 orang untuk pelatihan ini, namun karena kemampuan daerah sedang terbatas mengingat efisiensi anggaran, maka hanya 20 orang dari Angkatan 2026 ini yang kami rekrut, ” papar Kristaten Jon.

Sementara, Ketua Bawaslu Feryantho Morthen Panggalaha melalui Anggota Bawaslu Ahmad Saufi, menambahkan jika tujuan pendidikan pengawasan partisipatif 2026 adalah sebagai pusat pendidikan dan pengembangan kapasitas pengawasan partisipatif yang berkelanjutan.

“Harapannya, kader P2P ini kembali ke komunitasnya masing-masing dan memiliki kecakapan sebagai pengerak organisasi/komunitas dalam mengembangkan pengawasan partisipatif, memperkuat jaringan dan pemberdayaan komunitas secara mandiri, sesuai tema berfungsi dan bergerak untuk pemilu 2029,” imbuh Saufi. WAN

Leave a Reply