Kala Para Lansia Justru Jadi Pelaku Rudapaksa

eksposia. com – Beberapa tindak pidana rudapaksa belakangan ini, justru menempatkan orang yang sudah berusia masuk lanjut, menjadi pelaku kasus tersebut. Ironisnya tak sedikit yang justru dari lingkaran terdekat korban sendiri.

Contohnya yang belum lama terjadi, seorang petani asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, YTA, terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak perempuannya sendiri. Tak hanya sekali, namun sampai sempat kali di sepanjang Januari 2026. .Insiden itu terjadi di rumah kakek korban, tempat korban dan terdakwa tinggal. Perbuatan cabul YTA terungkap setelah korban memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialami kepada neneknya, pada akhir Februari 2026.

Sementara di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau,
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kampar, berhasil mengungkap kasus perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur di Bangkinang Kota, yang dilakukan AL (61).

Pensiunan PNS itu dibekuk ketika berada di Pertamini Digital. Menurut Kapokres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata, AL terbukti mencabuli R,.bocah berusia di bawah 10 tahun,sebanyak dua kali.

“Pelaku melecehkan korban dengan cara meraba-raba tubuh dan juga mencium korban. Orang tua korban kemudian mengetahui hal ini dan langsung melaporkan kejadian ke Polres Kampar . Usai mendapat laporan orang tua korban, tim langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan melengkapi barang bukti,” papar Kasat Reskrim.

Kedua kasus di atas merupakan contoh dari sekian banyaknya predator seksual yang memangsa anak-anak dan mereka bukan dari kalangan yang jauh. Apalagi ada yang merupakan keluarga terdekat. Menjadi keprihatinan sekaligus kegeraman publik, jika begini, di mana rasa aman bagi anak-anak, terutama perempuan?

Kedua pelaku dari dua kejadian di atas, juga membuka mata kita, bahwa usia tua tidak menjamin orang semakin bijaksana. Sebab birahi yang datang kapan saja membuat gelap mata dan mempersetankan segala risiko yang bisa diterima. Dan gara-gara nafsu kelewatan, dua kakek yang harusnya hidup tenang aman jadi berubah tak karuan. Bisa jadi, di dalam bui bakal jadi bulan-bulanan.. WAN

(Kasus kejadian dikutip dari beberapa laman berita. Foto ilustrasi ; shutterstock)

Leave a Reply