200 BTS Terdampak Gempa M 7,7 di NTT Dipulihkan

Jakarta, eksposia. com – Kementerian Komunikasi dan Digital    (Komdigi) mulai melakukan pemantauan dan pemulihan jaringan telekomunikasi bersama para operator seluler, paska terjadinya gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu kemarin (15/8/2026), yang terjadi pukul 05.58 WITA (04.58 WIB) dengan pusat gempa di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Dikutip dari laman  Komdigi RI,, berdasarkan pemantauan operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto di Jakarta, mengatakan, sebanyak 16.35 % BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan.

‘Kami terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,” ujarnya.

Pantauan sementara menunjukkan, tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan di sejumlah wilayah.

Pada jaringan Telkomsel, beberapa BTS mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak. XLsmart juga melaporkan gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa. Sedangkan Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis.

Koordinasi dengan operator telekomunikasi menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi sebagai dampak gempa bumi selain gangguan pasokan listrik.

Di antara beberapa kota/kabupatej yang kondisi infrastruktur telekomunikasinya rusak antea lain;
Kabupaten Sikka: (51 site/BTS terdampak dari 192 BTS eksisting atau 26,56%;), Kabupaten Ende (31 site/BTS terdampak dari 118 BTS eksisting atau 26,27%;), Kabupaten Flores Timur: (26 site/BTS terdampak dari 161 BTS eksisting atau 16,15%), Kabupaten Manggarai: (22 site/BTS terdampak dari 150 BTS eksisting atau 14,67%;) ,=Kabupaten Manggarai Barat=(17 site/BTS terdampak dari 141 BTS eksisting atau 12,06%), Kabupaten Manggarai Timur (16 site/BTS terdampak dari 80 BTS eksisting atau 20,00%;), Kabupaten Ngada: (13 site/BTS terdampak dari 101 BTS eksisting atau 12,87%).

Selain itu, masih ada Kabupaten Nagekeo: (11 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07%;), Kabupaten Lembata (10 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 13,70%;)dan Kabupaten Timor Tengah Utara: (3 site/BTS terdampak dari 134 BTS eksisting atau 2,24%).

Yang terparah, tercatat adalah berada di Kabupaten Sikka sebanyak 51 site/BTS (paling banyak) , diikuti Kabupaten Ende sebanyak 31 site/BTS dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site/BTS.

Saat ini, Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi melalui dashboard monitoring terus memperbarui kondisi jaringan. Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan para penyelenggara telekomunikasi. (WAN)

(Sumber ; laman Komdigi RI)

.Alan Segera

Leave a Reply