Sukabumi, eksposia.com – Para mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Ekonomi Manajemen yang tergabung dalam Kelompok 27 KKN Kampus ITB Ahmad Dahlan, Jakarta, sukses melaksanakan program pengabdian di SDS Darul Amal, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mengusung tema “Membangun Kreativitas, Literasi Digital, dan Karakter Positif melalui Pendidikan Inovatif dan Humanis”, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada  tanggal 13–22 November 2025, bertujuan menjawab tantangan pendidikan modern melalui beberapa pilar utama:

Dikatakan oleh salah satu perwakilan dari Kelompok 27 KKN Kampus ITB Ahmad Dahlan, Gusti Roby Navela, kepada eksposia.com, tadi (Sabtu, 24/1/2026), untuk Digitalisasi Media Ajar, pelatihan penggunaan aplikasi Canva. Diberlakukan bagi guru kelas 1-2 SD. Mereka juga digiring ke pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun presentasi secara instan.

“Selain itu juga ada Kreativitas Visual, yaitu edukasi teori warna dasar, serta pelatihan dan lomba poster digital bagi siswa kelas 3-6 SD.  Tidak hanya itu, kami juga menyasar pada program  Penguatan Karakter, di mana kami berikan penyuluhan perlindungan anak, perempuan, dan HAM dengan fokus pada gerakan anti-bullying,” tutur pemuda asal Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah itu.

Roby juga menjelaskan bahwa kolaborasi antarprodi menjadi kunci efektifitas program ini. “Kami mencoba menggabungkan keahlian visual dari teman-teman DKV, dengan manajemen waktu dan sumber daya dari Prodi Ekonomi Manajemen. Tujuannya bukan hanya memberi pelatihan, tapi memastikan guru dan siswa memiliki sistem kerja yang lebih efisien dan kreatif di era digital ini,’ imbuhnya.

Kegiatan ini pun mendapatkan respon positif dari pihak sekolah. Salah satu perwakilan guru di SDS Darul Amal mengatakan ia sangat terbantu dengan adanya pelatihan teknologi terkini. “Sebelumnya kami cukup kesulitan menyusun materi yang interaktif dalam waktu singkat. Dengan pelatihan AI dan Canva dari para mahasiswa, kami sekarang bisa membuat media ajar yang jauh lebih menarik, tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama,” komentarnya.

Ada satu indikator sukses dari pelatihan ini, yaitu berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berekspresi sekaligus membangun kesadaran kolektif, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Tentunya, kolaborasi itu telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Sekaligus, menjawab tantangan dunia edukasi yang semakin komplek dan dinamis dengan perkembangan jaman. TYO (foto, ilustrasi repor dari shutterstock)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *